Sebelumnya, saya merasa perlu meminta maaf kepada Mbak Nova, ibunda KBM tercinta, kalau saja saya sedang berhadapan dengannya saat ini. Tidak ada maksud apa-apa, kecuali menyederhanakan panggilan untuk “our star of the week”. Siapa lagi kalau bukan Papa alias SN yang 100% netizen se-Indonesia mungkin sudah tahu. Daripada menyebutkan nama aslinya, takut dilapor ke polisi. Nggak papa ya, Mbak Nova… *emot nunjukin semua gigi*

Sebelumnya, tulisan ini dipersembahkan sebagai tulisan di hari pertama BBKU Mini 3.0. Wah, nggak terasa saya sudah ikut tiga kali BBKU. Semoga kali ini bisa menulis lebih oke. Hehe. BBKU kali ini ternyata juga diawali di tanggal cantik dan hari baik. Hari Jumat, tanggal 17-11-17. Lanjutgan!

Seharian ini, sejak bangun pagi hingga bersiap tidur sebentar lagi, ada satu hal yang tidak berhenti membuat saya pengin ketawa terpingkal-pingkal. Ya Allah, baru kali ini kayaknya baca berita-berita serasa nonton Opera van Java.

Sumpah. What a joke! Padahal yang dibaca sama. Sampai ladang gandum dihujani cokelat dan jadilah koko crunch juga nggak reda-reda gelinya. Ditambah lagi banyak hal tidak logis dan simpang siur mengenai informasi si papa. Jadi mikir, ini dunia nyata atau panggung ketoprak?

Ternyata, “reality show” politik Indonesia ini juga disorot beberapa media luar negeri. Yang saya nggak habis pikir, sampai media sekelas Guardian pun ikut-ikutan. Selain itu, satu media lain asal Australia, ABC News yang sejak dini hari kemarin terus memperbarui informasi tentang papa pasca kejadian kecelakaannya.

Guardian membuat judul Indonesian Politician Who Disappeared in Corruption Scandal Found in Hospital. Media yang berbasis di Inggris itu menyebutkan bahwa insiden itu memang menutup rangkaian perkembangan kasus dugaan korupsi yang menyandung Setya Novanto, mulai dari menghindari KPK sampai kecelakaan.

guardian sn

Tidak ketinggalan, hashtag #SaveTiangListrik juga ikut disebut-sebut. Di bagian penutupnya Guardian menuliskan “At that time a photo of Novanto in a hospital bed showed him hooked up to a heart monitoring machine but the flat heart rate – indicating he was either dead or not connected to it – sparked online ridicule and numerous memes.”

Sementara, ABC News lebih aktif menerbitkan berita tentang SN. Mereka juga menyebut bahwa perkembangan kasus SN ini kerap dibandingkan oleh publik dengan “sinetron televisi Indonesia”.

Dilansir dari www.tribunnews.com (17/11/2017), ABC bahkan menulis, “Beberapa warganet sampai ada yang memprediksi bahwa kelanjutan dari drama itu adalah Novanto mengaku hilang ingatan, sehingga tak bisa menjawab pertanyaan soal skandal korupsi.”

Tidak berhenti pada kejadian terkini, ABC News juga menarik “sinetron” SN dengan momen 2016 lalu saat Donald Trump, yang waktu itu masih kandidat Presiden AS, bertemu SN dan memujinya dengan sebutan great man di depan publik. Kenyataannya memang sejak dulu, Papa SN sudah go internasional, ya.

abc sn

Rangkaian panjang kisah yang terjadi pada SN ini mengingatkan saya pada teori dramaturgi. Bahkan dari ABC News, disebutkan KPK telah 11 kali melakukan pemanggilan terhadap SN namun tetap nihil.

Teori dramaturgi menganalisis interaksi sosial sebagai suatu pertunjukan teatrikal. Kehidupan normal dibandingkan dengan suatu penampilan di atas panggung dimana manusia masing-masing memainkan peran dalam kehidupan. Peran yang manusia mainkan adalah suatu bentuk citra atau bayangan yang ingin diwujudkan oleh masing-masing individu dengan script sebagai sebuah isi yang dikomunikasikan kepada khalayak. Tujuan pertunjukan adalah untuk membuat khalayak percaya terhadap apa yang disajikan.Menurut Erving Goffman, setiap individu membuat keputusan untuk mempresentasikan dirinya melalui pengelolaan kesan dan melanjutkan pertunjukannya untuk memastikan bahwa citra atau bayangan tersebut terbentuk. (https://pakarkomunikasi.com/teori-dramaturgi)

Akhirnya, kemana drama ini akan berlanjut? Mungkin penonton akan disajikan episode-episode berikutnya yang lebih mendebarkan atau pun (kembali) menggelikan. Tetapi, yang perlu disadari penonton, drama hanyalah sandiwara. Terkadang rupanya pun seperti sulap, yang bisa kita saksikan rahasianya di dalam film Now You Can See Me 1 dan 2.

Siapa bisa pastikan yang ada di dalam ruang rawat rumah sakit itu Papa Nova? Media? Yakinkah mereka menjamin? Bisa jadi media pun dikelabui beragam ilusi.

Bapak SN tentunya orang yang berpendidikan, apalagi memiliki banyak jabatan kehormatan. Semestinya sangat paham untuk mengikuti prosedur hukum negara ini sebagaimana mestinya. Entah apa dan siapa yang bersembunyi di balik “kesaktian” beliau, kenyataanya sudah jauh panggang dari api. Seluruh masyarakat negeri memberi nasihat pun mungkin tak ada arti.

Kita, sebagai penonton, sudah sepantasnya sadar agar tidak terlalu larut dalam drama kehidupan orang lain. Karena setiap kita memiliki kehidupan masing-masing yang lebih penting dijalani. Masih banyak kiranya permasalahan di sekitar kita yang menuntut diselesaikan. Yang lebih bisa kita jangkau. Ketimbang duduk diam terlalu lama menikmati gelaran para pelakon sandiwara.

 

Bantul, 17 November 2017

 

Featured Image: http://panduanwisata.id/2016/11/26/jadwal-harga-tiket-masuk-dan-lokasi-papermoon-puppet-theatre-pesta-boneka-2016-di-jogja/

Sumber:

https://www.theguardian.com/world/2017/nov/17/indonesian-politician-disappeared-corruption-scandal-found-hospital

http://www.abc.net.au/news/2017-11-16/indonesian-speaker-wanted-over-corruption-scandal-missing/9159116

 

Advertisements