Dua pekan sudah pemaparan materi dan diskusi terjadi di WhatsApp Group (WAG) IIP Batch 4. Artinya sajian NHW kedua pun siap dikunyah. Dikunyah oleh otak dan hati sih, bukan mulut dan gigi. Jadi nggak akan batalin puasa. Hehe. #krik

Cukup terhenyak waktu kali pertama saya melihat materi kedua diluncurkan di WAG. Jika di NHW #1 kemarin saya bilang membutuhkan kontemplasi yang panjang, maka di NHW #2 ini butuh proses berpikir yang jauuuh lebih panjang.

Ibaratnya saya cuma anak kecil yang baru belajar jalan, sudah harus memikirkan cara naik sepeda itu seperti apa. Sungguh tantangan yang besar, menuntut daya imajinasi sekaligus interospeksi yang dalam.

Supaya lengkap, materi #2 kemarin saya tampilkan dari link IIP berikut ini saja. Silakan simak bagi yang tertarik 🙂

Oke, mari mulai membahas jawaban NHW #2 yang aslinya berjudul “Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan” ini. Di dalam tugas, disebutkan 3 kategori peran perempuan yang harus di-checklist, yaitu sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu.

Sebenarnya saya sudah selipkan bahasan peran-peran perempuan itu di NHW #1 lalu. Sampai juga peran yang lebih luas yaitu kepada masyarakat. Tapi memang hanya sekelebat. Terlalu umum untuk disebut indikator.

Yang perlu dicatat, setidaknya ada 5 poin yang perlu diperhatikan dalam membuat indikator. Saya kutip dari pengantar tugas NHW #2 juga. Yakni, terangkum dalam SMART, specific (unik/detil), measurable (terukur), achievable, realistic, dan timebond (berikan batas waktu).

Sebelumnya, perlu disadari bahwa yang saya tuliskan ini semua berasal dari pemahaman ‘profesional’ versi saya. Mungkin banyak juga yang tidak setuju. Tidak masalah, karena kita tumbuh ke arah diskursus yang kita yakini masing-masing dalam hidup bukan?

Mungkin ada yang berpikir untuk apa terlalu sibuk memikirkan masa depan? Untuk apa mengejar sesuatu yang masih sangat mungkin berubah dengan dinamika pemikiran yang akan menjumpai kita? Kalau sudah begitu, masih pentingkah memikirkan masa depan?

Saya pun menyadari bahwa masa depan sesungguhnya bukan wilayah yang harus kita pikirkan terlalu dalam. Lebih baik berfokus pada yang dekat dan ada saat ini. Memiliki visi yang jelas tentu penting dan boleh-boleh saja, tapi kembali lagi, masa depan sejatinya bukan wilayah kita. Tapi kewenangan ALlah. Maksudnya adalah tidak perlu kita terlalu khawatir dengan masa depan. Tapi persiapan yang baik insyaaAllah akan menuai hasil yang terbaik pula.

Sudah cukup saya rasa cuap-cuap ngalor ngidulnya. Hihi. Kapan ini bahas NHW-nya? Baiklah, mari mulai berimajinasi.

Dari peran pertama, sebagai individu. Tidak terlalu sulit menetapkan indikator untuk yang pertama ini mungkin. Karena saya sering mendapati bahasan tentang 10 muwasshofat atau 10 karakter pribadi muslim. Di dalam 10 poin itu, cukup komprehensif dibahas karakter sebagai individu muslim secara umum. Demi tercapainya visi menjadi insan yang ‘ideal’ dalam hubungan vertikal maupun horizontalnya. Sudah cukuplah 10 poin itu mewakilinya.

Ini dia poinnya:

  1. Aqidah yang selamat/sejahtera
  2. Ibadah yang benar
  3. Kuat tubuh badan
  4. Akhlaq yang mantap
  5. Wawasan yang luas
  6. Mampu berusaha/bekerja
  7. Mampu melawan nafsu
  8. Terjaga waktunya
  9. Tersusun urusannya
  10. Bermanfaat bagi orang lain

 

Featured Image: Dek Khansa si Gadis Bengkulu (Dok. pribadi)

Advertisements