Cool Japan #1 Tema: Budaya Populer Jepang Di Indonesia. Tema ini mengajak teman-teman untuk mendeskripsikan apa yang teman-teman tahu tentang budaya Jepang yang masuk ke Indonesia.

Sebatas program-program yang ditampilkan di TV. Itu juga beberapa tahun lalu waktu saya masih punya TV. Masalahnya selera subyektif saya kurang suka dengan bahasa Jepang. Huhuhu. Nggak seperti bahasa Korea yang makin didenger kok berasa makin indah ya #helaaah.

Lalu, beberapa J-drama yang direkomendasikan teman juga saya tonton sampai habis (sebagiannya). Dari pengamatan sekilas kalau boleh membandingkan J-drama dengan K-drama, kayaknya kebanyakan J-drama alurnya lebih tidak bertele-tele, cerita yang diangkat lebih luas dan beragam (nggak melulu muter ke cinta-cinta-an), penggarapan detil-detilnya juga lebih profesional.

Ah sudahlah, nanti saya dimarahi Pak Kris karena memberi kritik film/drama kok malah dari sisi ceritanya semua, bukan sinematografinya. Ya gimana yak, maaflah kulo mboten ngertos.

Sampai sekarang sih yang paling terngiang-ngiang di kepala saya tentang Jepang itu jargon Tiga A-nya. Yang paling ter-highlight dari buku-buku sejarah di sekolah dulu. Karena kata-katanya mudah melekat di ingatan dan bikin geli gimana gitu waktu dulu bacanya.

Gerakan_Tiga_A
Propaganda Kekaisaran Jepang di Indonesia yang digulirkan 1942-1943. Karena kurang mendapat perhatian rakyat akhirnya digantikan dengan gerakan Putera. (Sumber: Google Image)

 

Hush, hush, katanya nggak boleh terjebak pada masa lalu. Yah, mungkin di zaman ini Jepang sudah lebih lihai menyebarkan ke-Jepang-annya lewat budaya populer yang banyak diminati masyarakat terutama anak mudanya.

Advertisements