(“We know what we are, but not what we may be.” International Literacy Day. Tema ini mengajak teman-teman untuk membuat puisi (poem, poetry, haiku) dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Puisi karya pribadi, memiliki judul, dan tidak pernah dipublikasikan di media online, media massa, dan atau medium publikasi lainnya.) -Admin BBKU-

Lalu lalang kehidupan
Ibarat jalan raya
Bernafas adalah benci hingga cinta
Yang kuhirup beribu dalam satu detik saja

Sesak dada oleh rasa
Kerdil, gelisah, kuat, takut, murung, bahagia, horor, hina, mengutuk, tertawa, menangis, senyum, tenang, diam, lelah
Beranak pinak dan saudara
Lalu kembali lagi berputar,
tak tentu arah dan urutan
Tanpa kau tahu

Tak perlu tahu
Banyak malaikat datang menghapus luka yang kembang
Memegang tangan yang dingin dan bergetar
Menghapus air mata yang jatuh tanpa permisi
Mendekap tubuh jongkok pemeluk lutut di sudut kamar gelap
Memompa jantung yang hampir berhenti detaknya
Melambungkan tawa ke udara mengangkasa
Memberi rona di relung dada membahana

Malaikat sedingin mentari
tinggal di setiap cuaca
Tanpa satu pun detaknya
berhak sampai di langitmu

Memang ada masa
Terkuat dan terlemah seorang hamba
Sengaja ditunjukkan
Berputar dalam permainan daya upaya
Meski bukan dia penentunya

Ketika semua asa tercurahkan
Pasrah pada waktu yang kan beri jawaban
Kepulanganku ataukah kepulanganmu
Manapun dapat terjadi lebih dulu

Sebongkah hati yang logam terus berlayar kepada mungkin
Maka banyak pertanyaan sementara tak butuh jawaban
Pejalan yang tak bosan-bosan lelah dan tersasar
Kegundahan adalah sumber kekuatannya menjadi besar

Hingga habis lelah, hingga kenyang payah
Setiap pergantian siang dan malam
Di jantungnya ada cita dan tujuan
Mimpi indah yang terlalu sulit untuk berakhir
Tak hanya April

Featured Image: dokumen pribadi

Bantul, 14 April 2017
23.10

Advertisements