Rekor pertama kali saya belanja ke toko emas berhasil terpecahkan hari ini. Terakhir kali saya ke toko emas sepertinya saat masih kecil kinyis dan bersama ibu. Jadi, sebelum saya pergi ke sana tadi siang, saya sudah melobi seorang teman yang sudah berpengalaman untuk membimbing dan mendampingi. Sebut saja namanya Dhita (memang nama sebenarnya).

Tadinya saya membayangkan di dalam sana akan kebingungan, takut dibohongi, dan sebagainya. (Macam anak TK yang masih takut beli jajanan) Apalagi keperluan kami membeli emas bukanlah untuk diri sendiri, namun membeli kado pernikahan untuk seorang sahabat. Yang biayanya terkumpul dari iuran banyak teman.

Kami masuk ke sebuah toko emas di daerah Jakal saat jam Jumatan. Tidak seperti toko-toko lain yang notabene sepi ketika jam-jam tersebut, toko emas yang kami datangi tetap ramai oleh para pengunjung. Hampir sepanjang etalase yang berbentuk letter U sudah penuh oleh calon pembeli. Mayoritas memang perempuan. Perbandingan dengan pengunjung laki-laki kira-kira 2:10. Bisik Dhita kepada saya, “Di sini emang selalu ramai begini.”

Saya yang masih cupu dengan dunia per-emas-an hanya bisa terpukau dengan keramaian yang ada. Bahkan, di toko itu disediakan dispenser di tengah-tengah ruangan, di antara tempat duduk panjang untuk para pengunjung yang datang. Yang saya tebak fungsinya adalah untuk minum para pengunjung yang akan menghabiskan waktu lama menimbang-nimbang emas pilihan di dalam sana.

Seorang pelayan toko menyambut kami dari balik etalase. Dhita-lah yang membuka obrolan dengan mbak-mbak bersanggul dan berkalung liontin emas itu. Pengetahuan dasar pertama yang saya dapatkan sebagai newbie, di toko emas kita harus memilih ingin membeli emas batangan atau emas yang sudah berbentuk perhiasan. Emas batangan adalah emas murni tanpa campuran #cmiiw, sedangkan emas perhiasan tidak. Kadar emas di dalam barang perhiasan yang Si Mbak tawarkan kepada kami ada yang 50% dan 75%.

Untuk harga 1 gram emas batangan, Si Mbak berkata (kalau nggak salah) tadi berkisar Rp 500 ribuan (lupa pasnya). Sepertinya, harga emas hari ini sedang turun. Di waktu sebelumnya yang saya tahu sempat mencapai Rp 625 ribu per gram. Sementara, untuk produk cincin, harga per gramnya untuk cincin dengan kadar emas 75% adalah Rp 460 ribu, sedangkan yang 50% saya lupa. Satu buah cincin minimal memiliki berat 1-2 gram, dan seterusnya. Jadi, harga untuk satu buah cincin emas adalah pengalian beratnya dengan Rp 460 ribu (untuk kadar 75%).

Pilihan saya dan Dhita pun jatuh pada sebuah cincin berwarna rose gold atau rose apa ya tadi (maaf ingatan terbatas banget). Kata Si Mbak warna itu memang sedang ngetrend dan banyak dicari. Jiwa kewanitaan kami pun muncul dan sepakat itu warna yang amat cantik. Ada 2 pilihan warna lain yaitu gold (kuning emas biasa) dan emas putih.

Sedikit catatan yang perlu kita tahu, biasanya orang membeli emas sebagai salah satu bentuk investasi. Namun, ada perbedaan antara emas batangan dan emas perhiasan. Kalau emas batangan jika dijual harganya akan mengikuti harga emas pada waktu itu. Tapi kalau emas perhiasan jika dijual harganya juga akan mengikuti harga emas waktu itu, namun ada diskon yang berlaku. Misalnya, berdasarkan info Si Mbak, diskon cincin yang kami beli tadi adalah 10%. Jadi memang ada penurunan nilai untuk emas perhiasan. #cmiiwlagi

Besok, cincin manis itu akan kami berikan pada sahabat kami yang akan melangsungkan pernikahan. InsyaaAllah. Semoga bisa berkenan di hatinya dan bermanfaat untuk suatu saat. Semoga, ukurannya juga bisa pas di jari manisnya (bukan jari jempol atau kelingking).

 

Bantul, 11 November 2016

23.49 Waktu Indonesia Bantul

 

Featured Image: Google

 

Advertisements