Hari pertama di bulan November hampir terlewati. Tinggal menghitung menit menuju 2 November. Tidak terasa, saat menuliskan tanggal di catatan kuliah Pengantar Cultural Studies tadi pagi saya seperti kaget. Sudah masuk bulan ke-11 di tahun 2016. Tinggal menghitung hari untuk menapaki 2017. Sementara, saya masih begini-begini aja. Hehe.

Tulisan kali ini agak spesial. Karena tulisan ini saya persembahkan dalam rangka berpartisipasi di Bulan Blogging KBM UGM (BBKU) 2016. Untuk penjelasan apa itu BBKU, bisa langsung meluncur ke sini, ya: blog BBKU

Horaaay, senang rasanya bisa ikutan challenge yang diadakan BBKU. Hihi. Jadi, selama sebulan ini kami harus membuat satu tulisan setiap hari yang di-posting di blog masing-masing. Kalo nggak gini, mungkin sebulan sekali belum tentu blog saya terupdate dengan tulisan baru. Padahal sudah jelas, buat saya, menulis itu bikin hidup jadi lebih hidup! Nggak percaya? Buktiin aja! Hehehe.

Oke, langsung saja, sesuai aturan admin BBKU, hari pertama ini tema tulisan untuk para peserta adalah “10 Facts About Yourself”. Katanya untuk perkenalan. Hmmm.. baiklah, 10 facts rasanya nggak terlalu banyak. Itung-itung, kalau minjem istilah teorinya mister Anthony Giddens, ini semacam trajectory of the self seorang Maruti AHS. *ceilaah *benrodonga-be-em

 

Satu

Lahir di Bengkulu dan termasuk generasi 90-an. Sejak kecil sampai sekarang masih pakai bahasa Bengkulu di rumah, untuk komunikasi dengan orang tua. Meskipun kedua orang tua saya, dari dulu selalu komunikasi dalam bahasa Jawa. Dua-duanya suku Jawa. Tapi karena saya udah terbiasa pakai bahasa Bengkulu sampai SMA, jadi kebawa sampai sekarang. Itu juga yang bikin bahasa Jawa saya nggak lancar-lancar. Hehe.

 

Dua

Makanan kesukaan, sate padang. Mulai sukanya sejak SD. Saya suka sate padang tidak pada pandangan pertama, karena pertama nyoba pas masih kecil *kalo nggak salah TK* dan kepedesan. Tapi karena di Bengkulu sangat banyak orang jualan sate padang, lama-lama suka juga. Kalau sekarang, level sukanya bisa dibilang udah freak. Ke kota mana pun saya berlayar, harus coba sate padangnya. Kalau di Jogja lihat warung sate padang baru, selalu sempetin nyoba. Sampai pernah nggak bisa melewati seminggu aja tanpa sate padang. Sampai pernah berpikir kayaknya nggak ada orang lain yang menyukai sate padang sebesar saya menyukai sate padang. #halah

 

Tiga

Waktu kecil paling suka baca majalah Bobo. Mulai kenal Bobo waktu TK, akhirnya orang tua belikan langganan sejak saya SD sampai awal SMP. Sejak itu juga, jadi suka baca dan menulis. Tulisan pertama yang saya ikutkan lomba adalah untuk seleksi delegasi Konferensi Anak Majalah Bobo 2003 dan berhasil ikut. Setelah itu, jadi rajin ikut lomba-lomba menulis terutama saat SMA. Tapi waktu kuliah, intensitas ikut lomba menulis menurun drastis. Karena udah sibuk belajar gambar #alasan -yang sampai sekarang belum bisa-bisa juga-.

 

Empat

Terinfeksi virus K-Drama dan K-Pop saat SMP dan SMA. Kalo diinget-inget sekarang, cuma bikin ketawa sendiri dan mengasihani diri. Seperti anak-anak K-Popers lainnya, dulu demen juga ngikutin boyband dan drama Korea. Tapi, saya nggak sampe situ aja. Sampai waktu itu saya bikin nama baru sendiri ala-ala Korea, Ti Ah Sub. Singkatan dari Maruti Asmaul Husna Subagio. #OMG #ngakak Saya juga belajar serius Han-geul (abjad Korea) di perpustakaan depan sekolah sampai bisa. Beli beberapa macam kamus bahasa Korea-Indonesia dan buku-buku percakapannya. Saya salin ulang lagu kebangsaan Korea Selatan rapi-rapi pake spidol warna-warni yang di dalamnya berisi lirik dalam bahasa Korea, arti Indonesianya, dan nadanya dalam not balok! (sekarang kertasnya masih ada) Waktu SMA pernah pengin masuk jurusan HI karena pengin jadi duta besar Indonesia di Korea. #alaydetected

 

Lima

Cita-cita setelah masuk kelas 3 SMA adalah kuliah di Fakultas Filsafat. Kayaknya sih karena dari SD juga suka baca novel fantasi dan buku-buku tebel. Jadi suka mikir dan berkhayal. Tapi nggak jadi masuk Filsafat juga, belum dapet restu orang tua waktu itu. Hehe. Akhirnya, orang tua kasih rekomendasi untuk pilih Psikologi atau Arsitektur. Saya pun nurut dan alhamdulillah keterima di Arsitektur UGM.

 

Enam  

Sambil kuliah di Arsitektur, saya banyak cari wadah untuk menuangkan hobi menulis. Akhirnya aktif di beberapa organisasi kepenulisan dan media kalo di kampus. Sampai akhirnya menemukan passion baru di media.

 

Tujuh

Lulus dari kuliah, dua kali nyoba ngelamar untuk pekerjaan wartawan. Yang pertama ditolak, yang kedua diterima. Sejak Maret 2015 sampai setahun setelahnya pun saya bekerja sebagai reporter di harian Jawa Pos-Metropolitan.

 

Delapan

Selama setahun kerja di Jakarta, banyak banget menemui pengalaman baru. Saat pertama datang, sama sekali buta Jakarta dan jalan-jalan di sana. Ternyata pekerjaan saya menuntut untuk bisa naik motor ke mana-mana. Alhasil selama 2 bulan pertama, kemana-mana selalu nyasar dan sehari bisa tanya jalan ke orang sampai 20 kali. Tapi setahun kemudian, rasanya saya lebih hafal jalan-jalan di Jakarta daripada Jogja. Lebih karena selama di Jogja jarang jalan-jalan apalagi sendirian.

 

Sembilan

Mulai bingung, sist. Opo meneh iki… Oh ya, sejak S1 saya udah nggak punya celana jeans. Hehe. Sampai sekarang tidak pernah terpisahkan dari rok panjang kalo ke mana-mana. I feel more comfortable. Tapi saya nggak suka rok yang terlalu lebar (bikin keserimpet) atau terlalu ketat (bikin susah jalan).

 

Sepuluh

Lagi punya rencana bikin channel YouTube biar eksis. Wkwkwk. Tapi belum punya ide diisi apa dan masih belum punya alat dan kemampuan yang memadai untuk ngebikinnya. Skill di depan kamera, 0 persen. Cuma modal kemauan. Wkwk. Mungkin ada yang mau join, bol jugs…     

 

Akhirnya lengkap juga, sekian 10 fakta tentang saya. Terima kasih, kamsahamnida, thank you, danke schön…

 

Bantul, 1 November 2016

10.42 PM

 

*Sumber gambar: Google

Advertisements