Setiap manusia mungkin memiliki sisi kekanak-kanakan yang ingin kita tertawai sendiri. Atau kelemahan yang berkali-kali ingin kita buang jauh-jauh. Tetapi susah bukan main. Kita dapati hari-hari berganti tanpa diiringi diri yang lebih baik. Hati dan pikiran yang jengah, mendadak ingin mengurung diri di tempat sampah. Baik adam maupun hawa tak mampu menahan tangis tumpah.

Aku teringat sebuah puisi Rumi, yang pernah aku baca saat SD dan kagumi bersama seorang teman…

Jika kita tidur, kita adalah pengantuk bagi-Nya
Dan jika kita bangun, kita adalah tangan bagi-Nya
Jika kita menangis, kita adalah awan-Nya yang penuh air mata
Dan jika kita tertawa, kita adalah cahaya bagi-Nya saat itu
Jika kita marah dan bertengkar, itu adalah cermin kemurkaan-Nya
Dan jika kita berdamai dan memaafkan, itulah cermin cinta-Nya
Siapakah kita di dunia yang rumit ini?
(Jalaluddin Rumi)

Bukankah marah, menangis, merasa lemah, dan bersalah -meski pahit- adalah bagian dari karunia-Nya untuk kebaikan hidup manusia? Maka bersyukurlah bila kita masih bisa merasakannya. Terkadang datangnya menjelma sebuah tanda, bahwa ada yang salah pada diri kita. Sementara, sebagian diri yang lain ingin membenahinya.

Berpuluh-puluh tahun usia terhimpun, selamanya kita adalah kanak-kanak di mata-Nya. Yang sering menangis, berbuat salah, mengakui salah, dan mengulangiya. Kecuali bagi mereka yang ingin belajar menjadi dewasa. Meski sangat perlahan, menanggalkan sisi kekanak-kanakan yang lucu, manja, egois, dan kita tertawai sambil miris.

Seringkali yang kita harap-harapkan, tak sebaik yang telah Dia rencanakan.
Seringkali yang kita anggap kegagalan, membawa petaka andainya jadi terlaksana.
Seringkali sebuah perpisahan, nyatanya skenario untuk pertemuan yang lebih membawa bahagia.

Bukankah kehidupan adalah pelajaran tak berkesudahan? Kenaikan kelas di sekolah tak berujung. Selamat tinggal, aku pamit bukan untuk melupakan. Yang aku kira tidak ada gunanya meski berusaha sekuat tenaga. Hanya meninggalkan di belakang, di sebuah kelas yang sudah aku lalui.

 

Bantul. 9 Agustus 2016. #Gumam sebelum tidur.

Advertisements