Menuju sebuah pilihan itu antara mau dan nggak mau
Meninggalkan sebuah pilihan itu juga antara mau dan nggak mau

Bagaimana menentukannya?
Kadang kita patut berterima kasih pada kegelisahan
Dia datang selaksana jembatan penyeberangan
Sejenak berhenti,
Memberi ruang bagi pertanyaan
Apakah pilihan kita sudah sejalan dengan pilihan-Nya?

Tapak demi tapak bersatu dengan debu, polusi, genangan, kebisingan, dan berjuta hal yang akan jadi kenangan. Kegelisahan hadir selaksana hujan di tengah siang. Menyakitkan, bagi yang tak ingin kebasahan. Tetapi membersihkan, pada akhirnya.

Kabut yang samar-samar berangsur tersapu
Dari titik demi titik pertemuan
Dan Dia bilang, “Sudah, yang itu saja. Tidak ada yang lain.”

Di mana pun dan sebagai apa pun jalan ini ditempuh, aku yakin bisa tenang.

Jakarta, 10 Maret

Advertisements