Melipat jarak
Aku dan kamu

Melipatgandakan
Kebahagiaan

Menghembus semilir
Di puncak siang

Meniup debu
Di daun cermin

Membuka samar
Menjadi terang

Menghapus surat-suratku
Dari kecemasan

Membersihkan dinding kamarku
Dari kata-kata rindu

Menarik tali waktu
Kepada ujungnya

Menanti yang satu
Serasa beribu

Tiba-tiba aku terpaku. Kepulanganmu. Hanya tinggal menunggu detik. Yang sudah milyaran kali kuhitung.

Kamu mungkin tiba di depanku. Tanpa salam, tanpa sepatah ucapan. Tanpa senyum kelegaaan. Hanya pandangan yang saling mengadu.

Dan pekerjaan kita kembali seperti semula. Menghitung detik yang kembali bergerak maju. Tak bosan-bosan, hingga ribuan, jutaan, hingga milyaran.

Jakarta, 28 Maret 2016

Advertisements