Sebagian perempuan tidak menunggu datangnya pangeran berkuda putih atau pria mapan dengan mobil harga selangit melamar dirinya. Karena setelah si kaya dan mapan itu datang, apalagi yang si perempuan bisa berikan?

Bukankah hidup lebih indah bila diisi dengan saling memberi? Apalagi dengan kekasih sendiri.

Sebagian perempuan membayangkan yang datang adalah lelaki kurus lusuh berpeluh seperti habis kembali dari perjalanan jauh. Langkahnya terseok sampai hampir jatuh. Tapi alis dan matanya bersatu menunjukkan kesedihan sekaligus harapan. Dadanya sesak menanti kemenangan di medan-medan kelanjutan. Menyimpan sejuta cita-cita.

Maka sang perempuan menyambutnya dengan tangan lebar merentang. Dia dapat menyeka peluh itu satu per satu. Memberinya minum. Menaruh obat di beberapa titik luka yang berdarah. Dia merasa berguna sebagai perempuan.

Dan jika sang lelaki mampu kembali berdiri dengan tubuh yang tampak lebih bugar, sang perempuan menjadi orang paling bahagia di dunia. Karena dia bisa membuatnya merasa lebih baik dengan sangat tulus dan sederhana.

Kos oma
Jakarta, 19 Maret 2016

 

Gambar: http://www.nuriabalaguer.com/thelittleprince/

Advertisements