Search

Mengenal Indah

Meniti Jalan Kembali yang Lebih dari Indah

Pilihanku

Antara sedih dan senang, BBKU 3.0 sudah selesai pada 30 November. Terima kasih banyak aku ucapkan untuk mimin dan segenap kru yang telah mencurahkan segalanya. Kini, tiba saatnya pemilihan blog-blog ter-….. untuk diberikan apresiasi. Jujur, suka sama sistem pemilihan yang diterapkan admin yang sepertinya sudah jadi tradisi selama 3 kali BBKU berjalan.

Continue reading “Pilihanku”

Desa Jari-Jari

Di suatu sudut di dunia ini, ada sebuah realitas yang nyaris tak kasat oleh mata manusia. Dia adalah kehidupan para peri jari. Sesuai namanya, peri-peri jari tak neko-neko, dinamai jari karena memang tubuhnya seperti jari manusia. Seluruh tubuhnya jari, dari ujung “kaki” hingga ujung “kepala”nya. Dia berjalan dengan jari, bernafas di dalam jari, ber-ekskresi lewat jari, dan seluruh hajat hidupnya disalurkan lewat tubuhnya yang wujudnya menyerupai dua jari manusia.

Continue reading “Desa Jari-Jari”

Mediatization (2)-Peluang Produktivitas

Teringat sewaktu saya masih jadi mahasiswa S1 tingkat pertama, selain kuliah kesibukan saya yang lain adalah ikut beberapa organisasi intra dan ekstra kampus. Ada setidaknya 3 organisasi yang saya ikuti secara aktif ketika itu. Rasanya terkadang, kegiatan kuliah adalah rehat bagi tubuh dan pikiran. Jika kuliah per semester dihitung dalam bilangan 20-24 SKS, mungkin kegiatan saya di organisasi juga sebesar itu.

Continue reading “Mediatization (2)-Peluang Produktivitas”

Gelisah

Persiapan menghadapi gelisah yang mungkin datang kemudian. Tentangnya yang aku maknai setahun lalu. Dituangkan dalam beberapa bait yang seringkali membuat gagal tidur. Di malam yang terlanjur larut. Hampir setahun, dan memoriku menguat pada rentetan penamuannya. Bagaimana setelah ini? Yang jelas, rumahku sudah berbeda.

Continue reading “Gelisah”

Welcome Home!

“Lost! Lost! My Precious is lost!!”

new-picture-6
In Memoriam, My Talenan

Continue reading “Welcome Home!”

Akhir Bulan

Sekarang sudah akhir bulan. Ada yang berubah pada prinsip makanan. Awal bulan yang ditanya ‘ehmm.. enaknya makan apa?’ Akhir bulan biasanya ganti menjadi, ‘ehmm.. apa yang bisa dimakan?’ Lalu mulai ngorek-ngorek isi celengan, yang baru sadar nggak pernah diisi. Beruntung bagi yang tinggal di Jogja, anak kosan masih terselamatkan dengan UUD. Ya, bukan UUD 1945, tapi Ujung-Ujungnya Di burjo. Paling nggak bisa makan *ndom*e spesial akhir bulan. Yang bentuknya kira-kira begini:

Continue reading “Akhir Bulan”

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Saya Bukan Maling Jemuran

Orang baik-baik yang suka menulis hal yang buruk-buruk

designated path

through and beyond!

tjapbanana

Stay Classy!